Menjadi Marxian Sejati, Menjadi Sejatinya Akar Rumput

Catatan M.D. Atmaja
Sumber: Jurnal Biro Khusus – SSI

Ini adalah sebuah kenangan atas hebatnya perhelatan pemikiran kiri di negara yang pernah membantai habis manusia-manusia berpaham merah gerakan dibawah naungan dewa komunis. Sistem pemerintahan yang diyakini dapat membawa kebaikan universal bagi manusia lewat dogma “sama rata sama rasa” yang menurut saya tidak hanya mengarah pada nilai ekonomi belaka. Bagi saya, “sama rata sama rasa” lebih pada nilai untuk saling berbagi hidup, saling berdampingan untuk mengisi setiap kekosongan, berlaku dalam dataran manusia sosial yang saling memperdulikan. Lanjut membaca

Purworejo, Purwa Rinduku

SEJAUH tapak kaki menyusuri jalan, sampailah juga dimana harus berhenti untuk menatap jauhnya perjalanan yang harus ditempuh, pun jauhnya perjalanan yang telah terlewati. Menghadir begitu saja, dalam iringan desau risau yang masih belum terjawab. Melaju kencang menyusupi galau pikiran yang belum usai. Dan sampailah, di tanah seberang dari kampung halaman. Purworejo, merebakkan rindu pada mimpi indah hari depan yang dipenuhi manisnya candu rindu. Mimpi yang berkendara angin, untuk diburu dalam mimpi dan sadar. Mimpi yang harus diburu dengan tubuh dan arwah. Lanjut membaca

Etalase Reformasi

Puisi M.D. Atmaja

Aku menatap jauh
dimana mimpi hari depan pernah digantungkan
dari gelap gemawan hitam tirani
berpuluh tahun mengangkang, memperkosa gadis pertiwi
bergerak, menuju kemilau emas reformasi demokrasi.
Lanjut membaca

Benar, Proklamasi 1945 Hanyalah Sandiwara?*

Oleh M.D. Atmaja

Konon, hidup seperti sebuah permainan dimana manusia dituntut bergerak di dalamnya. Permainan yang membawa kita untuk masuk ke dalam berbagai keadaan, kadang menguntungkan dan juga terkadang sangat memojokkan sampai membuat kita menangis tersedu, atau marah dalam kekecewaan hebat. Namun, saya hanya bisa menghela napas ketika menghadapi kenyataan lain, kenyataan kolektif yang sungguh menyakitkan. Sudah enam puluh lima tahun, kita berbangga dengan perjuangan kemerdekaan sampai pada puncak revolusi terindah itu, Soekarno-Hatta mewakili rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsa. Lanjut membaca

sang Pemerkosa

Cerpen M.D. Atmaja

Pagi itu, langit cerah membelai kemuning batang padi yang merunduk. Perkasa merengkuh bumi setelah selesai diberangkus kabut. Manik-manik embun berkilauan, menghiasi pandangan letih menatap hari yang semakin membeban berat. Ah, pagi ini terlalu indah untuk merenungi kesialan nasib di hari kemarin, ucapku pelan. Lanjut membaca

Di Sini Perempuan Yang Dihidangkan*

Oleh M.D. Atmaja

Anggur Metropolis Karya Erianto Anas 2006
Anggur Metropolis Karya Erianto Anas 2006

Warna dari sisi kehidupan lain, terkadang terlihat janggal apabila kita saksikan dari sisi yang berbeda. Mungkin saja kita akan menilai aneh, atau meberikan dakwaan atas suatu perihal. Namun inilah sisi-sisi kehidupan itu, di dalamnya mengandungi ketidak-mutlakkan mengenai suatu kebenaran. Setiap sisi memiliki kebenarannya tersendiri, meskipun kebenaran itu berada jauh dari dasar kebaikan universal dan norma suatu masyarakat. Lanjut membaca

Meresapi Nikmat Surga Pengantin Baru

MOMENTUM yang sungguh tepat, ketika saya kembali berpapasan dengan keadaan ini. Di ketika saya berada dalam kekosongan, sepi yang sendiri dan kedinginan terbungkus kabut menyelimut. Apalagi ditambah dorongan hasrat yang terus memberondong, berusaha sekuat tenaga menjerumuskan diri dalam lingkaran setan. Tiba-tiba terlintas, soal pengantin baru. Ah, harus melihatnya dalam ketelanjangan. Lanjut membaca